kembali ke galeri

Mengajar itu Bermain yang Bermakna

profilepicture

Nama : EKO PURWANTO

30 June 2015

Guru dikenal sebagai sosok pendidik yang harus bisa digugu dan ditiru. Guru ibarat sebuah model manusia terbaik yang akan dicontoh oleh siswanya. Menjadi guru merupakan tugas yang sangat berat bagi saya. Untuk menjadi seorang guru tidaklah mudah. Guru dituntut untuk menciptakan generasi emas. Seorang guru harus menjadi pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi serta tugas yang lainnya. Sebagai seorang guru, saya juga harus menghadapi siswa yang memiliki karakter yang berbeda, lingkungan keluarga berbeda,kemampuan berfikir yang berbeda dan masalah sosial yang berbeda beda. Dengan berbagai latar belakang kondisi siswa berbeda membuat saya harus berjuang keras untuk menciptakan generasi emas ditengah tengah perkembangan teknologi informasi. Ibaratkan siswa itu kayu. Guru sebagai tukang kayunya. Kayu yang beragam jenisnya ada kayu sengon, kayu glugu, kayu jati, kayu mahoni dan kayu lainnya. Saya harus memahami bermacam macam karakter semua jenis kayu. Saya juga harus membuat semua kayu yang kualitasnya berbeda beda agar menjadi furnitur yang indah, bagus dan memiliki yang jual yang tinggi. Demikian pula dengan puluhaan siswa saya dengan Kualitas berfikir siswa yang lemah, kenakalan siswa, kondisi ekonomi lemah menjadi generasi terbaik dizamannya.Untuk menciptakan generasi terbaik maka harus melakukan proses terbaik pula. Saya berusaha memberikan pembelajaran yang terbaik untuk siswa saya. Melalui beragam metode dan strategi pembelajaran menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna dan lebih menyenangkan. Salah satu cara meningkatkan kualitas pembelajaran dengan penerapan pembelajaran tematik secara menyeluruh dan pembelajaran yang bermakna. Untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas saya harus menyiapkan rencana, bahan ajar, media pembelajaran, proses yang berkualitas dan evaluasi pembelajaran untuk mengetahui hasil pembelajaran. Pekerjaan yang memiliki tanggung jawab yang besar haruslah dinikmati selayaknya bermain. Permainan yang selayaknya dinikmati dan dijalankan dengan senang hati tanpa paksaan. Beban tugas yang berat sebagai guru dirasakan selayaknya seorang yang sedang bermain. Pekerjaan sebagai guru dinikmati selayaknya bermain dengan perasaan senang hati dan tanpa beban.