kembali ke galeri

Ketika sukarelawan itu dibayar tak ada salahnya jika hal itu jadi lebih bermanfaat

profilepicture

Nama : Muhammad Arie Sya'bany

http://facebook.com/10200797286090729

03 July 2015

Berbicara tentang kerelawanan atau biasa disebut anak muda sekarang volunteering, orangnya dinamakan volunteer memang sekarang gak ada habisnya. Terutama pemuda yang hidup di kota besar mungkin sudah tidak asing mendengar ataupun malah sudah pernah mengalaminya, jadi seorang volunteer. Ada beberapa jenis volunteering yang saya ketahui dan pernah saya jalani, seperti relawan di bidang sosial, kesehatan, lingkungan, kepemudaan, pemerduli anak-anak, pelestari budaya hingga relawan dalam event-event besar. Banyak tujuan seorang terjun menjadi seorang volunteer ada yang menyebut karena panggilan jiwa, karena pengen eksis, ingin mengembangkan diri, nyari temen yang sepassion atau karena ikut-ikutan temen aja juga ada, selama niatnya tulus untuk membantu sih menurut saya sah aja, karena kita bergerak dengan kesadaran kita sendiri tanpa harus dibayar. Volunteer itu tak dibayar bukannya tak berharga tapi memang tak ternilai istilahnya, itu kata Pak Anies Baswedan. Selama kuliah dan setelah lulus saya aktif mengikuti kegiatan volunteering internal kampus maupun eksternal kampus. Dalam kampus saya aktif di organisasi kemahasiwaan bisa disebut Unit Kegiatan Mahasiswa / Badan Eksekutif Mahasiswa, kita sering berkegiatan yang sedikitpun mengharap upah, walau ada beberapa temen yang ngarep, itu kembali ke tujuan masing-masing. Volunteering di kampus itu bisa dianggap keren karena kita bisa disebut mahasiswa sibuk dengan berbagai macam kegiatan, namanya juga relawan kampus, jadi terkenal di kalangan dosen / mahasiswa itu resiko menurut saya, namun bukan itu yang saya cari tapi pengalaman. Untuk luar kampus saya terjun di beberapa komunitas yang concern pada bidang berbeda seperti sosial yang bertugas menyalurkan zakat para donatur kepada aspek kehidupan yang lebih bermanfaat seperti kesehatan dengan mengadakan cek kesehatan gratis secara berkala, bidang pendidikan juga melakukan pengajaran kepada sekolah yang sudah ditentukan, melakukan bebersih mesjid yang memang kurang terawat. Ada pula komunitas lingkungan ialah concern kepada peduli pada lingkungan bumi kita sendiri dengan melakukan kampanye anti perusakan lingkungan, seperti pengurangan menggunakan plastik, menanam pohon dsb. Yang lain ialah komunitas tentang pendidikan namun ada beda dari komunitas ini yang saya suka, kita ngajar sekalian traveling, jadi daerah pedalaman kita telusuri sekalian mengajar di sekolah setempat, jalan-jalann dapet menebar manfaat kita sebagai seorang relawan juga dapet. Saya anggap itu semua bukan pekerjaan namun hobi, tidak semua orang menggelutinya dan tidak semuamendapatkan pengalaman yang sama. Saya anggap itu sebagai hobi yang kita kerjakan secara serius namun tetap fun sama kayak kita main. Kenapa saya layak dibayar untuk itu -bukan mengharap imbalan -? Agar manfaat kita sebagai volunteer tak bergantung pada donatur untuk melakukan kegiatan dengan kata lain semakin banyak orang yang kita bantu dengan fasilitas sendiri. Itu menurut saya, salam volunteer Indonesia!